Keanekaragaman Capung (Odonata) di Kawasan Sungai Gendol, Jambon, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi

Penulis

  • Mohamad Fajar Farid Amrulloh Universitas Timor

DOI:

https://doi.org/10.64626/snej.v1i3.100

Kata Kunci:

Odonata, Point Count, Keanekaragaman, Biotik, Abiotik

Abstrak

Penelitian bertujuan mengetahui keanekaragaman (odonata) dikawasan kali gendol pasca banjir lahar dingin gunung merapi. Penelitian dilakukan bulan November 2015 selama ±10 jam keseluruhan pengamatan. Metode yang dilakukan adalah metode point count, yaitu mengikuti jalur transek disertai membuat 10 titik pengamatan dengan jarak antar titik 50 m, setiap titik dilakukan penangkapan capung dengan  jaring serangga pada radius 10 m dari titik pengamatan selama 15 menit. Capung yang tertangkap diidentifikasi lebih lanjut menggunakan buku determinasi atau jurnal penelitian. Perhitungan Indeks Keanekaragaman capung dilakukan dengan menggunakan rumus Shannon-Wiener (H’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis capung yang ditemukan ada 13 jenis, 6 jenis berasal dari 2 famili ordo anisoptera dengan jumlah individu 25 dan 8 jenis berasal dari 4 famili ordo  zygoptera dengan jumlah individu 359. Kelimpahan relative tertinggi adalah Libellago lineata (32,81%), disusul Pseudagrion pruinosum (30,21%), Copera marginipes (20,31%). Indeks keanekaragaman capung yang diperoleh di kawasan kali gendol, Jambon, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta pasca banjir lahar dingin gunung merapi adalah 0,71. Hal ini menandakan bahwa keanekaragaman capung di kawasan kali gendol terbilang rendah yang disebabkan beberapa faktor diantaranaya faktor biotik dan abiotik.

Referensi

Ansori, 2009. Kelimpahan dan Dinamika Populasi Odonata berdasarkan Hubungannya dengan Fenologi Padi di beberapa Persawahan Sekitar Bandung Jawa Barat. Jurnal Jurusan FMIPA FKIP UNIP. Jurnal Exacta.Vol. VII. No. 2

Claire Carlton, n.d. Bird Survey Methods. USA: National Parks Association Jumar. 2000. Entomologi Pertanian. Rineka Cipta: Jakarta.

Mitra, A. 2006. Current Status of the Odonata of Bhutan: A Checklist with Four New Records Vol. 2. Department of Zoology, Sherubtse College, Kanglung. Bhutan. Neldawati. 2011. Jenis-jenis Capung (Odonata) di Kawasan Resort Gunung Tujuh Taman Nasional Kerinci Seblat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. [Skripsi] Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas. Padang.

Odum, E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi edisi ketiga. Yogyakarta : UGM Press

Sigit. W., Feriwibisono, B., Nughraini, M.P., Putri, B., & Makitan, T. 2013. Naga Terbang Wendit: Keanekaregaman Capung Perairan Wendit, Malang, Jawa Timur. Malang: Indonesia Dragonly Society

Suriana., Adi, Dwi A., dan Haediyanti, Wa Ode D. 2014. Inventarisasi Capung (Odonata) di Sekitar Sungai dan Rawa Maromo, Desa Sumber Sari Kecamatan Maromo Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Biowallacea. Vol. 1(1) : 49-62.

Susanti, S. 2007. Mengenal Capung. Puslitbang LIPI: Bogor

Wibowo A.K.T. 2012. Analisis Dampak Lingkungan Akibat Aliran Lahar Dingin Di Daerah Aliran Sungai (Das) Kali Gendol Kabupaten Sleman. Upn Veteran Yogyakarta. Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 5, No. 1.

Widodo B, Ribut L, dan Hamidin. 2010. Kemampuan Tampungan Sungai Code Terhadap Material Lahar Dingin Pascaerupsi Gunung Merapi Tahun 2010. Jurusan Teknik Lingkungan FTSP UII – Pusat Studi Lingkungan (PSL) UII

Unduhan

Diterbitkan

20-06-2023

Cara Mengutip

Amrulloh, M. F. F. (2023). Keanekaragaman Capung (Odonata) di Kawasan Sungai Gendol, Jambon, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi . Science and Education Journal, 1(3), 37–45. https://doi.org/10.64626/snej.v1i3.100