PUBLIC-PRIVATE PARTNERSHIP IN THE DEVELOPMENT OF MSMES IN MANGGARAI REGENCY
DOI:
https://doi.org/10.58290/jmbo.v4i1.418Kata Kunci:
Partnership, Government, Private Sector, MSMEs, Sustainable DevelopmentAbstrak
This study aims to analyze the partnership between the government and the private sector in the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Manggarai Regency. The approach used is descriptive qualitative, with data analysis techniques based on the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Informants consist of representatives from local government agencies (BAPPEDA and the Department of Cooperatives, MSMEs, and Trade), financial institutions (Bank BRI), and MSME actors. The results show that the established partnership has helped improve access to capital, business training, and managerial assistance for MSMEs. Supporting factors for the partnership include pro-MSME government policies, active roles from the private sector, and synergy in empowerment programs. However, there are also obstacles such as complex bureaucracy, limited information, and a lack of financial literacy among MSME actors. This study recommends strategies to strengthen cross-sectoral coordination, simplify administrative procedures, and improve the human resource capacity of MSMEs in order to make the partnership more effective and sustainable.
Referensi
Aizal Kurniawan. (2014). Perjanjian Kemitraan sebagai Pola Kerjasama [Universitas Airlangga]. https://repository.unair.ac.id/13764/2/2. Persyaratan.pdf
Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur. (2021). Jumlah Perusahaan Industri Mikro dan Kecil Menurut Kabupaten/Kota, 2021. https://ntt.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTQ0OCMy/jumlah-perusahaan-industri-mikro-kecil--2022.
Bank Dunia. (n.d.). Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). https://www-worldbank
Boone, L. E., & Kurtz, D. L. (2002). Contemporary Business. South-Western College Pub.
Clapham, R. (1991). Pengusaha Kecil dan Menengah di Asia Tenggara. LP3ES.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan T. K. K. M. (2024). Pelatihan dan pendampingan UMKM dalam memenuhi persyaratan kredit. Pemerintah Kabupaten Manggarai. https://www.manggaraikab.go.id/dinas-koperasiumkm-dan-naker-launching-pbld-bagi-pengusaha-umkm-di-manggarai/
Ditjen P2L & PM. (2004). Pengertian Kemitraan Secara Umum. https://promkes.kemkes.go.id/pub/files/files68278Final BUKU KEMITRAAN 2019.pdf
Dwiyanto, A. (2011). Manajemen Pelayanan Publik: Peduli, Inklusif, dan Kolaboratif. Gadjah Mada University Press.
Irianti, A. F. (2011). Kemitraan Pemerintah dan Swasta dalam Pengelolaan Pariwisata. Universitas Brawijaya.
Joseph E. Stiglitz dan Bruce C. Greenwald. (2014). Creating a Learning Society: A New Approach to Growth, Development, and Social Progress. Columbia University Press.
Kadir, M. R., & A. K. (2022). Evaluasi Peran Pemerintah Daerah Dalam Meningkatkan Ekonomi Melalui Pemberdayaan UMKM Di Kota Mataram. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi. 4953-Article Text-14355-1-10-20240823 (3).pdf
Kementerian Koperasi dan UKM. (2023). pemerintah telah membentuk Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan. https://www.kemenkopukm.go.id/
Kuncoro, M. (2020). Ekonomi Pembangunan: Teori dan Aplikasi. UPP STIM YKPN.
Linton Ian. (1997). Kemitraan : Meraih Keuntungan Bersama. Jakarta : Halirang.
Mahmudi. (2007). Manajemen Kinerja Sektor Publik. UPP STIM YKPN.
Michael E. Porter. (1990). The Competitive Advantage of Nations. Free Press.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. SAGE Publications.
Miles, Matthew B.; Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. SAGE Publications.
Milward, H. Brinton; Provan, K. G. (2011). Governing the Hollow State. 2000, 10, 359–379.
Notoatmodjo, S. (2003). Pengantar Pendidikan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Purba, E. A. (2008). ANALISIS PENERAPAN STRATEGI KEMITRAANTERHADAP KINERJA PERUSAHAAN BIRO TEKNIK LISTRIK (Studi Empiris pada Hubungan PT. PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY Area Pelayanan dan Jaringan Semarang dengan Perusahaan Biro Teknik Listrik (BTL) Di Wilayah Kerja APJ.
Rahmana, A. (2009). Peranan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Daya Saing Usaha Kecil Menengah. B11–B15. https://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/view/1033
Smith, M. P. T. dan S. C. (2015). Economic Development. Pearson Education Limited.
Stohr, W. (1981). Development from Below: The Bottom-Up Approach in Regional Policy Making. Pergamon Press.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sulistyani, A. T. . (2004). Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Graha Ilmu.
Sulistyastuti, D. R. (2004). Dinamika Usaha Kecil dan Menengah (UKM): Analisis Konsentrasi Regional UKM di Indonesia 1999–2001. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 9(2), 143–164.
Tambunan. (2019). UMKM di Indonesia: Isu-isu Penting dan Kebijakan. Ghalia Indonesia.
Todaro, Michael P. & Smith, S. C. (2020). Economic Development (13th ed.). Pearson.
Todaro, M. P. (2012). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga (9 ed.). Erlangga.
Tugimin. (2004). Kewarganegaraan. CV. Grahadi.
UKM, K. N. K. dan. (2007). Laporan perkembangan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi di Indonesia tahun 2006.
Wilantara, R. F., & Indrawan, R. (2016). Strategi dan Kebijakan Pengembangan UMKM. Serambinews.com, 1–217.
Yusuf. (2022). Peranan Pemerintah Dalam Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Manajemen Bisnis Dan Organisasi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Dengan mengirimkan artikel/manuskrip ke Jurnal Manajemen Bisnis dan Organisasi (JMBO) maka penulis menyetujui dengan kebijakan lisensi dan hak cipta tersebut di atas tanpa perlu adanya penandatanganan dokumen khusus.












