Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) Terhadap Bakteri Salmonella typhi

Antibakteri Ekstrak Daun Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.)

Penulis

  • Dini Mardhiyani Prodi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Abdurrab, Pekanbaru
  • Dinda Aulia Irma Prodi DIII Anafarma, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Abdurrab
  • Denia Pratiwi Prodi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Abdurrab, Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.58290/snej.v2i1.202

Kata Kunci:

Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.), Bakteri, Salmonella typhi

Abstrak

Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat yaitu tanaman iler darah (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.). Secara empiris rebusan daun iler darah bermanfaat sebagai obat antibakteri atau antiradang, demam, diare, obat bisul, dan sebagainya. Daun iler darah mengandung senyawa seperti senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang merupakan metabolit sekunder tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun iler darah terhadap bakteri Salmonella typhi. Sampel dalam penelitian ini adalah ekstrak etanol daun iler darah dengan menggunakan tiga konsentrasi yaitu konsentrasi 30%, 20%, dan 10%. Pada penelitian ini digunakan kloramfenikol sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif dengan masa inkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C menggunakan metode difusi cakram kertas. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa ekstrak etanol daun iler darah memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap Salmonella typhi baik pada konsentrasi 30% (15,01 mm), 20% (10,08 mm) maupun pada konsentrasi 10% (7,52 mm).

Referensi

Ariyanti, T. (2007). Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Iler (Coleus atropurpureus L. Benth.) terhadap Infeksi Salmonella enteritidis pada Mencit (Mus musculus). In Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.

Jawetz, E., Melnick, J. L., Adelberg, E. A., Brooks, G. F., Butel, J. S., & Ornston, L. N. (2007). Medical microbiology 24th ed. Appleton & Long, 266-267.

Radji, M., & Manurung, J. (2010). buku ajar mikrobiologi, panduan mahasiswa farmasi dan kedokteran, Jakarta, Buku kedokteran EGC.

Humaida, R. (2014). Strategy to handle resistance of antibiotics. Jurnal Majority, 3(7).

Mpila, D., Fatimawali, F., & Wiyono, W. (2012). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mayana (Coleus atropurpureus [L] Benth) terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa secara in-vitro. Pharmacon, 1(1).

Kumala, S. Desi. 2009. Aktivitas antibakteri ekstrak daun iller (Coleus atropurpureus Benth) terhadap beberapa bakteri Gram (+) dan Gram (-). Jurnal Bahan Alam Indonesia, 7(1), 12-18.

Agoes, G. 2013. Teknologi Bahan Alam. Bandung: ITB.

Munira, M. M., Rasidah, R. R., Melani, E. M., & Nasir, M. N. (2018). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Warna Hijau dan Warna Merah serta Kombinasinya. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 1(2).

Marjoni, R. (2016). Dasar-dasar fitokimia untuk diploma III farmasi. Jakarta: Cv. Trans Info Media, 153.

Acumedia. (2011). Muller Hinton Agar. PI 7101. Rev 03

Wayne, P. (2006). Clinical, and Laboratory Standards Institute (CLSI).; 2010. Performance Standards for Antimicrobial Susceptibility Testing. 2010; 20: 1–5. 1. Paul CR. Introduction to electromagnetic compatibility.

Dalynn Biologicals .(2014). Mcfarland Standard for In Vitro Use. Catalogue No. TM50-TM60. Canada: Dalynn Biologicals Inc.;

Pratiwi, S. T. (2008). Mikrobiologi Farmasi 18. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Pratiwi, R. S., Tjiptasurasa, T., & Wahyuningrum, R. (2016). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kayu Nangka (Artocarpus Heterophylla Lmk.) Terhadap Bacillus Subtilis Dan Escherichia Coli. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 8(03).

Sandika, J., & Suwandi, J. F. (2017). Sensitivitas Salmonella thypi penyebab demam tifoid terhadap beberapa antibiotik. Jurnal Majority, 6(1), 41-45.

Davis, W. W., & Stout, T. R. (1971). Disc plate method of microbiological antibiotic assay: I. Factors influencing variability and error. Applied microbiology, 22(4), 659-665.

Akiyama, H., Fujii, K., Yamasaki, O., Oono, T., & Iwatsuki, K. (2001). Antibacterial action of several tannins against Staphylococcus aureus. Journal of antimicrobial chemotherapy, 48(4), 487-491.

Cushnie, T. T., & Lamb, A. J. (2005). Antimicrobial activity of flavonoids. International journal of antimicrobial agents, 26(5), 343-356.

Radji, M. (2011). Mikrobiologi panduan mahasiswa farmasi dan kedokteran. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Unduhan

Diterbitkan

31-01-2024

Cara Mengutip

Mardhiyani, D., Irma, D. A., & Pratiwi, D. (2024). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) Terhadap Bakteri Salmonella typhi : Antibakteri Ekstrak Daun Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) . Science and Education Journal, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.58290/snej.v2i1.202